Apakah yang anda pikirkan tentang berita HOAX? Mungkinkah anda menjadi
salah satu penyebar berita HOAX atau anda pernah menjadi korban dari berita
HOAX! Di era digital seperti sekarang ini mudah sekali kita mengakses berita
atau informasi baru dari jejaring internet dan media sosial. Hal ini memberikan
dampak yang positif dan negatif bagi setiap orang yang memanfaatkan dunia
digital dan globalisasi. Kita sebagai pengguna jejaring internet dan media sosial
tentunya merasa senang dengan kemudahan yang disediakan untuk dapat
mengakses segala informasi dan berita yang dibutuhkan. Namun kita harus
waspada terhadap informasi atau berita yang belum pasti kebenarannya atau hoax.
Berita atau informasi HOAX merupakan informasi palsu dan sesat tetapi
ramai diviralkan oleh pengguna jejaring internet dan media sosial tanpa
diklarifikasi kebenarannya. Co-Founder Provetic, Shafiq Pontoh mengatakan jenis
HOAX yang paling sering diterima adalah masalah sosial politik yaitu 91,8%;
masalah SARA 88,6%; kesehatan 41,2%; makanan dan minuman 32,6%;
penipuan keuangan 24,5%; iptek 23,7%; berita duka 18,8%; candaan 17,6%;
bencana alam 10,3%; dan lalu lintas 4%.
Menjadi inspirasi muda Indonesia berawal dari kita sang pendidik yang
mampu membawa perubahan pada dunia. Sudah saatnya kita menjadi cerdas
menyikapi adanya sebuah berita, apakah berita yang kita terima adalah kenyataan
atau berita bohong/hoax. Berdasarkan hasil pengamatan yang penulis lakukan,
salah satu cara mengidentifikasi berita hoax yaitu dengan mengetahui perbedaan
antara berita nyata dan berita hoax sebagai berikut:
Berita nyata Berita hoax/bohong
? Kredibilitas pemberi info situs dan URLnya
jelas
? Kredibilitas pemberi info situs dan URL-nya
tidak jelas
? Berita yang disampaikan bersifat
informasi dengan bahasa yang baku dan
sopan.
? Berita hoax mayoritas menggunakan bahasa
yang provokatif dengan menambahkan tanda
seru pada kalimat.
? Berita tersebut terdapat pada alamat situs
yang dapat dipercaya dan dapat diakses
oleh semua pihak.
? Berita tersebut terdapat pada alamat situs yang
berasal dari blog pribadi yang meragukan.
? Mempunyai akun official yang jelas. ? Tidak mempunyai akun official yang jelas
sehingga kesulitan melakukan konfirmasi ke
akun official.
? Jika melalui surat edaran yang dikirim ke
e-mail sekolah, berita/informasi yang
disampaikan juga di informasikan
melalui web resmi instansi.
? Jika melalui surat edaran yang dikirim ke email
sekolah, biasanya dengan menawarkan
beasiswa khusus dan meminta data yang
mencurigakan seperti halnya dengan
mencantumkan nomer HP orang tua/wali
murid kemudian dikirim ke e-mail.
? Berita yang disampaikan tidak
mengandung unsur ancaman pada
siapapun.
? Informasi/berita tentang memenangkan suatu
hadiah yang besar tanpa mengkuti
kuis/perlombaan.
? Berita yang isinya tidak meminta
transferan/tagihan/bayaran tertentu
(kecuali memang individu terkait
mempunyai tanggungan pinjaman).
? Berita yang disampaikan ada unsur
ancaman/menimbulkan rasa khawatir dan
cemas, kemudian pada informasi berikutnya
semacam memberi solusi tentang masalah
pada berita yang didapatkan.
? Berita yang masih bisa dilogika oleh
pembaca/ hal yang wajar terjadi.
? Berita yang isinya meminta
transferan/bayaran/tagihan dengan alasan
tertentu dikirim melalui sms/wa/telpphone.
? Bahasanya menggunakan makna
sesungguhnya atau tidak menggunakan
bahasa kiasan.
? Berita yang mayoritas berisi sesuatu yang
tidak mungkin terjadi/hiperbola.
Berdasarkan keterangan di atas, maka kita akan lebih mudah untuk
mengetahui jenis berita yang kita terima antara berita nyata atau berita hoax.
Berita HOAX muncul dikarenakan sifat manusiawi yang selalu ingin menjadi
paling sempurna dan tidak pernah merasa puas, sehingga individu/kelompok
tertentu menyebarkan berita HOAX yang bertujuan untuk kepentingan pribadi.
Banyak orang yang tidak mengerti dengan jelas tentang pengaruh dari berita
HOAX yang mereka sebarkan dengan sengaja atau tidak sengaja. Adanya berita
HOAX memberikan dampak negatif bagi siapa saja yakni, merugikan pihak yang
bersangkutan, memberikan repotasi buruk pada seseorang/suatu produk,
menyebarkan fitnah dan menyebakan gagal informatif (menyebarkan informasi
yang salah). Berita HOAX yang isinya bersifat menghasut dan fitnah dapat
membangkitkan emosi masyarakat dan menimbulkan opini negatif yang
menyebabkan terjadinya disintergratif bangsa. Tersebarnya berita HOAX juga
memberikan provokasi negatif yakni memelopori timbulnya kebencian,
kemarahan, hasutan kepada orang banyak (untuk mengadakan huru-hara,
pemberontakan dan menjatuhkan). Hal ini sering terjadi misalnya dalam dunia
bisnis, oknum tertentu membuat dan menyebarkan berita negatif tentang produk
yang dimiliki oleh pihak lain sebagai lawan bersaingnya demi mencapai
kesuksesan produknya sendiri. Berita yang sengaja dibuat dan disebarkan tersebut
kemungkinan besar akan dibaca oleh konsumen dari berbagai kalangan sehingga
konsumen yang minim literasi kemungkinan besar akan meragukan kualitas
produk dan hilangnya kepercayaan terhadap suatu produk.
Pada dasarnya, jika kita membaca berita bohong/HOAX secara tidak
langsung akan menimbulkan kekerasan, kebingungan dan perasaan tidak aman.
Kondisi seperti itu dapat mengakibatkan kesehatan mental anda terganggu. Dr.
Graham Davey, ahli psikologis dari Inggris mengatakan bahwa “berita negatif
secara signifikan dapat merubah suasana hati seseorang, terutama jika di dalam
berita tersebut ada penekanan pada penderitaan dan dibumbui komponen
emosional dari cerita”. Selain itu Dr. Graham Davey juga mengatakan bahwa cara
anda menanggapi berita negatif dapat mempengaruhi suasana hati anda dan
berpengaruh besar pada cara anda menafsirkan dan berinteraksi dengan dunia di
sekitar anda.
Waspada berita HOAX dengan langkah awal yang mengedukasi pribadi
sendiri, peserta didik, keluarga dan kolega untuk berperang melawan wabah berita
hoax. Beberapa cara yang dapat kita lakukan antara lain yakni, mengenali berita
HOAX dengan cara mengidentifikasi berita hoax/melakukan crose check
kebenaran berita, cek domain/situs asal berita dab cek keaslian foto dengan
aplikasi google image. Selain hal tersebut, sebaiknya kita menjadi individu yang
cepat tanggap terhadap berita HOAX seperti: a) Menerima suatu pesan/berita
harus memastikan kebenarannya, tidak mudah menyebarkan berita tersebut
kepada orang lain jika masih ragu dengan kebenarannya. b) Apabila sudah
mengidentifikasi sebuah berita yang diterima dan ternyata terindikasi berita hoax
segeralah melaporkan kepada pihak berwajib. c) Memperbanyak membaca berita
dari berbagai sumber untuk meminimalisir kesalah pahaman menanggapi isi
berita. d) Mensosialisasikan kepada peserta didik, saudara, teman, dan masyarakat
luas untuk senantiasa waspada terhadap berita hoax.
Berita HOAX yang mudah dan sering terjadi yaitu disebarkan melalui media
sosial, termasuk pengalaman pribadi penulis mendapatkan berita HOAX melalui
whatshap. Dalam forum/grub whatshap sering saling berbagi informasi baik itu
tentang agama, kesehatan, dan informasi lainnya. Suatu saat ada informasi tentang
wabah pengerasan otak (kanker otak), diabetes dan pengerasan sumsum tulang
belakang (mematikan sumsum tulang belakang) yang disebabkan oleh
mengkonsumsi beberapa produk minuman. Pesan tersebut juga menyebutkan satu
persatu dari 19 produk minuman yang harus dihindari untuk dikonsumsi
diataranya extra joss, M-a50, Kopi susu gelas (Granita), Kiranti, Krating daeng,
Hemaviton, Neo Hemaviton, Marimas, Segar sari sachet, Frutillo, Pop Ice, Segar
dingin Vit.C, Okky Jelly Drink, Inaco, Gatorade, Nabati, Adem sari, Naturade
Gold dan Aqua splash fruit. Dijelaskan bahwa larangan mengkonsumsi produk
tersebut karena dalam 19 produk minuman mengandung aspartame (lebih keras
dari biang gula) racun yang menyebabkan diabetes, V otak dan mematikan
sumsung tulang. Selain itu sangat jelas dan seolah-olah meyakinkan bagi pembaca
dengan dibubuhi sumber berita yang berasal dari RS Fatmawati, RSCM, RS
Siloam, ALL RS dengan nara sumber atas nama Dr. H. Ismuhadi, MPH.
Produk minuman yang disebutkan di atas sudah tidak asing lagi bagi
masyarakat secara luas, bahkan penulis sering mengkonsumsi hampir semua
produk yang disebutkan seperti Kiranti, Hemaviton, Marimas, Adem sari, Okky
jelly drink dan Pop ice. Setelah mendapat informasi dari forum whatshap tentang
bahaya mengkonsumsi produk minuman tersebut, maka ada rasa takut dan ragu
untuk mengkonsumsi. Namun penulis mencari tahu lebih lanjut di internet/google
tentang kandungan dan bahan yang tertera di kemasan masing-masing produk
minuman. Didapatkan bahwa bahan yang digunakan pada produk minuman
tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan dengan mempertimbangkan kadar
kandungan komposisi yang digunakan sesuai ukuran masing-masing. Meskipun
sudah mencari kejelasan informasi tentang keamanan mengkonsumsi produk
minuman tersebut, tetapi masih ada rasa ragu untuk sering mengkonsumsinya.
Sehingga saat ini masih mengkonsumsi produk minuman tersebut namun dalam
jumlah yang lebih sedikit. Hal ini berlangsung sekitar kurang lebih 1 bulan sejak
munculnya berita di whatshap tersebut kemudian baru ada konfirmasi dari salah
satu produk minuman yang menjelaskan bahwa berita kandungan aspartame tidak
benar dan sudah dibuktikan dengan adanya bantahan dari Ikatan Dokter Indonesia
(IOI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Adanya konfirmasi
tersebut sudah cukup melegakan dan penulis yakin untuk mengkonsumsinya
kembali seperti sedia kala. Kiranti selalu dikonsumsi saat menjelang datang bulan
dan setelah datang bulan. Marimas anggur dan adem sari selalu dikonsumsi pada
siang hari pelepas dahaga, dan produk minuman lain juga dikonsumsi saat
diinginkan.
Jadi jika anda ingin menjaga kesehatan mental anda dan tidak merugikan
pihak lainnya, sebaiknya hindari mengkonsumsi dan menyebarkan berita HOAX.
Tentu saja anda semua pernah menjadi konsumen untuk produk tertentu. Apabila
anda biasanya mengkonsumsi suatu produk termasuk makanan atau minuman,
mulailah untuk menjadi konsumen cerdas dan kaya literasi. Jangan langsung
percaya dengan berita yang anda terima, teliti terlebih dulu kebenarannya. Hal ini
akan membuat anda selamat dari pengaruh berita HOAX yang sangat merugikan
bagi diri sendiri dan pihak lain yang bersangkutan. Salam Inspirasi Muda
Indonesia, Anti Hoax Sang Pendidik#Iis Sri Sunarsih, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *